Cerita Dokter Gigi – Saksi Hidup Demo 411

Cerita seorang Dokter Gigi yang bukan alumni HMI dan bukan muslim cicak…

Saya ada di sana….
Dalam kerumunan sahabat muslim menuntut pengusutan HUKUM atas PENISTA AL QURAN… Ahok. Tidak ada bendera parpol ataupun warna2 partai. Tidak ada pula mengusung suku dan ras. Karna ini AKSI DAMAI.. MURNI utk meminta proses hukum atas AHOK.

Saya ada di sana….
Lantunan takbir, dzikir, salawat, mengalun langkah kami di tengah matahari yg meredup dan angin yg sejuk…#suatu keajaiban !!! Krn prediksi BMG siang kmr jakarta akan hujan lebat dan badai. MasyaAllah.

Saya ada di sana….
Senyum dan sapa salam kami dg aparat yg berjaga2… Saling menepuk bahu dan bersalaman. Bahkan berbagi konsumsi yg kami bawa… Kami begitu TERTIB, saat aparat melarang kami masuk ke jalan yg mrk tutup atau stasiun dan bangunan lain  yg mrk jaga. Subhanallah. Tdk ada anarkis sama sekali.

Saya ada di sana….
Dalam rombongann wanita yg terlindungi barisan pria, jatung berdegup keras saat berjumpa rombongan lain dan para ulama2 besar guru2 kami… yg dengan kompak melantunkkan doa penguat iman kami hanya PERTOLONGAN DARINYA yg kami harapkan “Hasbuunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir”… Sampai air mata ini menetes…

Saya ada di sana…
Saat ada sekelompok yg melantunkan yel2… AHOK BABI… AHOK TAI (mgkn jg krn dicontohkan oleh bpk ahok sendiri)… Sang pemimpin rombongan mengajak utk mengubah kata ‘BABI’ dan ‘TAI’ dengan sebutan ‘JELEK’…. Dan mereka menurut… MasyaAllah…jadilah “ahokkk..jelek !!…ahok.. Jelek”…. Juga saat ada poster bertuliskan nama presiden JOKOWI hendak terinjak massa… Kamipun mengambilnya. “Jangan diinjak!! meski itu hanya kertas, tp ada nama presiden kita”… MasyaAllah… kami saling mengingatkan.

Saya ada di sana…
Menyaksikan demonstran lain yg beristirahat di taman TANPA merusak tanaman yg ada… Makanan dan minuman BERLIMPAH… kami bebas mengambil dan insyaAllah tanpa rasa curiga…halal-halal-halal… Kantong plastik2 sampah besar mudah dijumpai… dan kamipun tak segan merapikan sampah bila ada yg tercecer. Memang masih terlihat sedotan dan bungkus plastiknya yg tampak di jalan. Tp relatif bersih dibandingakann ratusan ribu massa yg tumpah ke jalan saat itu… MasyaAllah.

Saya ada di sana….
Saat menjelang waktu ashar… Melalui pengeras suara diingatkan…. bg yg blm sholat dzuhur utk segera sholat. Tak lama azan asharpun berkumandang… Kami merapatkan shaf utk sholat beerjamaah. Tersedia mobil mushola yg telah menyiapkan air utk berwudhu dan hamparan karpet hijau….. MasyaAllah. Sholat asharpun dilakukan hingga beberapa kali episode secara bergantian.

Saya ada di sana…
Sangat SALAH bila ada opini kami ANARKIS.
Sangat SALAH bila kami tidak tertib
Sangat SALAH bila kami dibayar dan berharap nasi bungkus…
Karena niat kami LILLAHITA’ALA.
Membela agama kami yg dinistakan oleh SEORANG AHOK.

Jangan takut sahabat non muslim-ku. Kami mencintai anda. Islam pemberi rahmat bagi semua alam. (21:107)
Jangan caci kami sahabat muslim-ku bila kita tdk sependapat… Karena kita bersaudara seIMAN. Islam mengutamakan sekali persaudaraan kita. Kami tetap mencintai anda. (49:12)

Sungguh, banyak fitnah dan berita tdk benar ttg AKSI DAMAI kemarin 4 Nov 2016.
Alhamdulillah saya ada di sana MENYAKSIKAN SEMUANYA…
Dan sangat yakin semua karenaMu ya Allah.
Salam Damai utk semuaaa sahabatbdan teman2ku
Slalu berlimpah dalam RIDHO-Nya…

…suasana mencekam di RS.BK.

Saya ada di sana…
Sungguh diluar rencana, saya  berada di RS ini. Hanya krn menemani teman wanita yg baru saya kenal saat Aksi Damai pingsan 3x dan harus di-infus. Sebenarnya saya sdh memutuskan utk pulang dan mengabari suami utk menjemput.

Saya ada disana….
Saat tiba2 suasana UGD mjd riuh. “SIAGA… SIAGA… SiAP-SIAP perkiraan 60 korban akan datang bahkan bisa lebih !!!” suara dokter perempuan sigap menginstruksikan rekan2nya. MasyaAllah.. Saya putuskan utk tetap di RS ini, membantu mereka. Tapi saya seorang DOKTER GIGI…. Apa yg bisa saya lakukan utk mereka ???…. MasyaAllah.

Saya ada di sana…
Seketika suasana begitu mencekam. Suara ambulan di luar meraung-raung. “Ada yang bisa saya bantu suster” merapat mendampingi mereka. Kaki ini menguat, dada ini bergemuruh melihat mujahid2 digotong masuk ke UGD.

Saya ada disana….
Seorang suster dalam balutan baju plastik memegang selang air, siap di depan UGD.. menyambut korban yg turun dr ambulan dan mengucurkan air ke wajah mereka kmd mendorong mereka dlm kursi roda/tandu memasuki ruang UGD. MasyaAllahh tidak ada rintihan sakit atau erangan pilu dari mereka….Yang terdengar adalah sayup2 ASMA MU YA Allah tak terhenti lekat di bibir mereka… MasyaAllah..

Saya ada di sana….
Berada di sebelah mujahid, seorang pria yang tersengal sengal nafasnya. “Sesak dok, leher saya” dan ia terbatuk batuk… Dipasangkanya oksigen oleh suster… “Istighfar pak… Astaghfirullahalazim, Laa haula walaquwwata illaa billah, ini jihad kita !!”… Saya bantu mengangkat kepalanya utk menyeruput teh hangat, krn dia bilang “tangan saya gak bisa digerakkan dok” . Subhanallah walhamdulillah Walaa Ilaa Ha Illallah Allahu Akbar.

Saya ada disana….
Seketika ruang UGD penuh sesak & hawa gas air mata sangat terasa. “Abang, Habib bang.. Habib bang.. Habib bagaimana bang” seorang mujahid dgn wajah berlumur darah krn luka di kepalanya mengkhawatirkan Sang Habib. Dia TAK PERDULI dg lukanya… Justru HABIB yang dipikirkannya… MasyaAllah,… Mulianya Sang Guru.

Saya ada di sana …
Seorang pria didorong masuk dg fiksasi kayu di kaki kirinya. Keadaan umumnya baik. Terbengong memegang hp. Saya dekati… Sdh bisa hubungi keluarga? Dia menggeleng? Kenapa? Batere habis, jawabnya. Brp no.nya saya bantu hubungi. No ibu saya dok, katanya… “Halo ibu, ini dr RSBK, ibu jangan panik,  putra ibu, Victor ada di sini. Kondisi baik hanya kakinya terluka”. Suara sang ibu terbata-bata menanyakan lokasi RS dan keadaan putranya (dengan logat khas ‘BATAK’ sangat kental terdengar). Sungguh Tak TERPIKIR sedikitpun saat itu… mungkinkan dia mualaf? non-muslim? ataukah provokator? Sama sekali TIDAK!!!. Kami menolong semua yg terluka.

Saya ada di sana …
Para mujahid yg terluka tak tertampung di ruang UGD … selasar dan halaman RS-pun terpakai. “Kami tdk bersenjata, kami baru selesai sholat isya, sebagian kami tengah duduk tenang berdzikir, dan letupan itupun menggelegar” ungkap seorang mujahid yg saya dekati dalam gemuruh keGERAMAN-saya atas semua ini.

ALLAHU AKBAR !!!
Saya ada di sana… bersama sahabat saya, dr. Cut di RS.BUDI KEMULIAAN
Allah sempatkan saya MENYAKSIKAN dan MENGALAMI semua ini.
Jadikan semua sebagai ibadah kami dalam membela DIEN-Mu yaa Robbi…  (47:7)

ditulis oleh NADA ISMAH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s