ANJING SAJA MARAH

ANJING SAJA MARAH

(IBNU MUJIB.99)

Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah bercerita:

Pernah suatu hari ada sekelompok orang dari kalangan pembesar Nashrani menghadiri sebuah perayaan seorang pemimpin Mongol yang telah murtad (menjadi Nashrani).

Dan pada perayaan itu ada seorang pendeta yang menghina Nabi Saw, sedangkan di sana ada seekor anjing pemburu yang terikat.

Maka saat si penyembah salib yang dengki ini mulai mencela Nabi Saw anjing tersebut menggonggong dengan keras lalu kemudian menerkam si Nashrani itu dan mencakar wajahnya.

Maka orang-orang yang melihatnya terkejut dan segera berusaha menyelamatkannya. Lantas sebagian orang yang hadir berkata : Itu diakibatkan hinaanmu kepada Muhammad Saw.

Lantas si Nashrani berkata : Tidak, Anjing ini hanya spontanitas karena melihat isyarat tanganku dan disangkanya aku ingin memukulnya.

Namun kemudian Si Nashrani ini mengulang kembali celaannya terhadap Nabi dengan perkataannya yang sangat keji. Maka si anjing pun berhasil lepas dari ikatannya dan langsung saja menyambar leher si Nashrani itu dan merobek hingga bagian dadanya yang paling atas.

Orang itu pun mati seketika. Karena kejadian ini, ada sekitar 40.000 orang Mongol masuk Islam. Lihat. Al-Imam Adz-Dzahabi dalam Mu’jamus Syuyukh h. 387.

SAUDARAKU

Perhatikanlah, seekor anjing yang tidak mempunyai akal bahkan dalam fiqih disebut najis mugollazhah (najis yang berat) dan kita anggap hina, akan tetapi SUBHANALLAH ketika dia mendengar ada orang yang mencaci Nabi Muhammad Saw dia langsung marah dan menerkamnya.

Lalu bagaimana dengan kita?
Banyak orang yang saat ini mengaku berakal (tidak gila) dan beragama Islam akan tetapi anehnya ketika Allah dan Rasul-Nya di hina serta kalamullah dan mukjizat Nabinya di nistakan dia biasa-biasa saja persis seperti kambing conge.
Ada sebuah qoidah :

رضى باالكفر كفر
Ridha dengan kekafiran maka hukumnya kafir.

Rela terhadap penghina al-Qur’an saja sudah kafir lalu bagaimana jika membela dan mendukung penghina al-Qur’an?

Sebagai penutup marilah kita renungi ayat di bawah ini

Allah Swt berfirman:

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” (QS. Al Mujadilah : 22).

Moga Allah mengakui dan menjaga keimanan kita dan semoga Allah hancurkan para penghina al-Quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s