“Tanggapan Untuk Menteri Agama @lukmansaifuddin”

Twit Ustadz @syarifbaraja “Tanggapan Untuk Menag @lukmansaifuddin”
Oleh Ustadz Syarif Ja’far Baraja

1. Al Qur’an bukan karya sastra Jawa dan Nusantara. Al Qur’an adalah kalam Allah. @lukmansaifuddin

2. Al Qur’an tidak bisa dipisahkan dari Arab pak. Hanya ada satu Al Qur’an, yaitu yang berbahasa arab. @lukmansaifuddin

3. Nada langgam Jawa tidak bisa dilepaskan dari sastra Jawa, maka jangan paksakan kalam Allah agar menJawa. @lukmansaifuddin

4. Kalam Allah bertujuan untuk mengubah jiwa from zero to hero seperti para sahabat Nabi ﷺ. @lukmansaifuddin

5. Al Qur’an adalah kalam Allah pak, ucapan Allah yang disampaikan Jibril kepada Nabi ﷺ. Hati-hati pak. @lukmansaifuddin

6. Pidato Presiden harus dihargai, apalagi ucapan Allah Yang menciptakan matahari yg besarnya 1.3 juta kali bumi. @lukmansaifuddin

7. Ketika kita tidak menghargai Al Qur’an, artinya kita tidak menghargai ucapan Allah. Hati-hati pak @lukmansaifuddin

8. Jangan kita kecil hati ketika lahir di Indonesia dan terlahir tidak berdarah Arab. Al Qur’an kitab global.

9. Turunnya Al Qur’an dalam bahasa Arab adalah isyarat bahwa bahasa Arab adalah bahasa global. @lukmansaifuddin

10. Mengapa Allah memilih menggunakan bahasa Arab dalam Al Qur’an? Ini isyarat pak bahwa bahasa Arab adalah pilihan Allah.

11. Kita harus memposisikan kalam Allah lebih dari apa pun. Kalam Allah diatas seluruh budaya yang ada.

12. Budaya manusia yang harus mengikuti dan menghormati kalam Allah. Bukan sebaliknya.

13. Orang terlahir menjadi Arab atau yang lain, itu bukan pilihan manusia. Orang tidak menjadi hina karena terlahir dari suku tertentu.

14. Berharap semoga upacara bendera di kemenag disertai dengan nyanyian Indonesia Raya dengan langgam Jawa. @lukmansaifuddin

15. Permasalahannya ketika ucapan Allah disamakan dengan bentuk sastra dan budaya lainnya. Jelas beda.

16. Menjadi Jawa atau Arab tidak membuat kita semakin dekat kepada Allah. Yang membuat kita dekat kepadaNya adalah kalamNya.

17. Jangan kita memprotes Allah yang memilih Arab sebagai bahasa Al Qur’an. Mari kita tunduk total kepada Allah.

18. Apa tujuan mendengar bacaan Al Qur’an? Menambah iman? Atau sekedar memanjakan telinga seperti mendengar lagu daerah?

19. Bedakan antara membaca Al Qur’an dengan suara bagus, dan membaca Al Qur’an dengan nada seperti nyanyian.

20. Tujuan tadabbur Al Qur’an akan menjadi bias dan menjadi hanya sekedar hiburan. Ketika membaca Al Qur’an dengan langgam nyanyian.

*dari twit @syarifbaraja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s