⚠Awas Bahaya Nasionalisasi Islam

👤Ust. Fathuddin Ja’far, MA

🎯Group Materi KontaQ

Sahabat yang dirahmati Allah..

Salah satu strategi musuh Islam seperti yang dilakukan Barat kolonial melalui kaum sekular, Islam liberal dan sebagainya ialah melakukan “Nasionalisasi Islam”. Artinya, mereka ingin mengubah semua (kalau mereka mampu) atau sebagian ajaran Islam agar sesuai dengan apa yang mereka namakan dengan “kearifan lokal”. Contohnya adalah membaca Al-Qur’an dengan lagu / seni suara ala seniman Jawa, seperti yang dilakukan di Masjid Istiqlal Jumat Malam lalu dalam acara peringatan Isro’ dan mi’raj.

Dalam konteks ini, mereka berupaya semaksimal mungkin agar ajaran Islam itu terputus dari apa saja yang bernama atau berbau “Arab”. Dengan demikian, mereka berharap umat Islam di negeri ini khususnya tidak merasakan aroma asli adonan Islam itu. Maka saat itulah umat Islam terputus dari semua ajaran agamanya yang orisinil dan menyeluruh. Maka pada waktu yang sama Islam tidak akan menjadi ideologi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini. Islam akan tetap tingga nama dan sebagian formalitas ibadah yang bersifat individual. Inilah main goal Barat kolonial di seluruh negeri Islam sejak mereka menjajahnya sampai detik ini.

Perlu kita sadari bahwa proses penjauhan umat Islam dari ajaran agama mereka, kalau tidak dikatakan pemurtadan Umat Islam ini telah berjalan dengan sistematis dan kekarasan sejak kaum penjajah menginjakkan kaki mereka ke negeri-negeri Islam dan bahkan berjalan sampai saat ini.
Sepintas, gagasan atau pendapat “nasionalisasi Islam” itu terlihat “keren” dan benar. Namun, kalau kita telusuri agak lebih dalam, gagasan dan pendapat tersebut sangat lemah sehingga sulit dipahami oleh akal sehat, apalagi mengimplementasikannya. Pada waktu yang sama gagasan dan pendapat tersebut juag sangat berbahaya bagi kemurnian ajaran Islam yang sumber asli dari semua ajarannya, yakni Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah adalah berbahasa Arab.

Paling tidak ada tiga hal yang menyebabkan gagasan dan pendapat tersebut sangat lemah sehingga sulit dipahami oleh akal sehat dan apalagi mengimplementasikannya dalam kehidupan sebagai umat Islam :

1. Al-Qur’an yang menjadi sumber ajaran Islam yang utama Allah turunkan dalam bahasa Arab. (Adad 8 ayat di antaranya Surah Yusuf : 2)

2. Nabi yang membawa ajaran Islam Allah pilih dari kalangan Arab Mekkah dari suku Quraisy. Beliau adalah orang Arab tulen, keturunan Ibrahim alaihissalam, sehinga semua sabda/hadits Beliau berbahasa Arab.

3. Berbagai bacaan ibadah wajib, khususnya dalam shalat juga berbagasa Arab dan juga tempat-tempat Ibadah wajib seperti Haji juga letaknya di negeri Arab yang bernama Mekkah dan sekitarnya.

Pertanyaanya adalah : Bisakah ketiga hal tersebut dinasionalisasikan alias diindonesiakan? Jawabannya pasti mustahil. Karena bahasa Arab itu tidak sama dengan bahasa manapun di dunia ini. Menuliskan bahasa dengan huruf latin akan banyak merubah maknanya. Apalagi bacaan sholat diucapkan dengan bahasa Jawa, Sunda dan sebagainya, tentu lebih aneh lagi. Ka’bah, bukit Shafa dan Marwa, Mina, Arofah dan sebagainya mustahil dipindahkan ke pulau Jawa atau Sumatera, atau dibuatkan tandingannya di Indonesia.
Secara hukum tentu haram. Sebab itu para ulama mengharamkan penulisan ayat Al-Qur’an dengan huruf selain huruf Arab karena akan merubah banyak artinya demikian juga dengan Shalat yang menggunakan selain bahasa Arab yang dicontohkan Nabi Muhammad yang murni 100% sebagai orang Arab.

Menyerang bahasa Arab Fushah seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasuulullah sama saja dengan menyerang Allah dan Rasulnya, baik dengan cara memalingkannya kepada bahasa Arab ‘Amiyah (psaran) seperti yang dilakukan para penjajah di berbagai Negeri Arab dan Afrika, ataupun mengatakan bahwa Al-Qur’an itu bukan bahasa Arab seperti yang dikalim sebagian kelompok sekular, Islam liberal dan sebagainya.

Maka merubah seni baca Al-Qur’an dari seni bacaan yang berkembang selama ini yang berasal dari zaman Rasulullah kepada seni daerah tertentu seperti kesenian Jawa itu jelas merupakan upaya menasionalisasikan Al-Qur’an agar terlepas dari apa yang mereka sebut dengan “pengaruh Arab”. Mereka tidak puas dengan mengingkari hukum-hukum yang ada adalam Al-Qur’an agar tidak diterapkan di negeri ini, akan tetapi seni bacaannyapun juga hendak dirubah menjadi seni daerah tertentu yang ada di negeri ini.

Berhasilkah mareka? Allah menjawabnya melalui Kalam/Ucapan-Nya dalam Al-Qur’an : “Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka dan Allah Menyempurnakan cahaya-Nya kendati orang-orang kafir itu tidak suka. (As-Shaf : 8)

Sebagai penutup, mari kita renungkan hadits Nabi kita tercinta Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallah terkait seni membaca Al-Qur’an sebagai berikut :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ما أذن الله لنبي ما أذن لنبي حسن الصوت يتغنى بالقرآن.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahi ‘alaihi wasallam bersabda : Allah tidak mengizinkan bagi seorang Nabi seperti yang diizinkan-Nya yang baik suaranya dan melagukan (bacaan) Al-Qur’an. (H. Imam Bukhari).

“Membaguskan suara terhadap (bacaan) Al-Qur’an disunnahkan berdasarkan kesepakatan (ijma’) para ulama Salaf maupun Khalaf. Akan tetapi sangat diharamkan bagi seorang Qari (Pembaca Al-Qur’an) keluar dari kaedah-kaedah ilmu Tajwid dan adab tilawah dengan seni suara tertentu atau musik. Setiap seni bacaan yang mengeluarkan Al-Qur’an dan menyimpangkan Al-Qur’an dari manhajnya yang lurus sehingga menjadi bengkok maka ia adalah haram berdasarkan firman Allah : Qur’an yang berbahasa Arab yang tidak ada kebengkokannya agar mereka bertaqwa (pada Allah). (Az-Zumar : 28). (Markaz Fatwa, No Fatwa :60730)

Nah, Ayo saudara-saudaraku yang cinta Al-Qur’an… Mari kita sosialisasikan Al-Qur’an ini kepada masyarakat seluas-luasnya dengan berbagai cara dan program, sejak dari membacanya setiap hari, mentadabburkan ayat-ayatnya, mengamalkan isinya, menghafal dan mengajarkanya semaksimal yang kita bisa..

Dengan demikian gagasan dan ide-ide musuh-musuh Al-Qur’an dan Islam Allah gagalkan dan Al-Qur’an membumi di negeri ini dan negeri Islam lainnya. Allahu Akbar Walillahilhamd….

✒C_TaQ

🌴  🌴  🌴  🌴  🌴  🌴  🌴  🌴

Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s