Mengapa Nabi Menyampaikan Hadist agar Kita Menyuruh Anak untuk Shalat di Usia 7 Tahun?

Kajian Parenting Nabawiyah
Ust. Budi Ashari
15 April 2015

[Pembahasan buku Tarbiyatul Athfal fi Hadits Syarif, Dr. Khalid Syantut]

Mengapa Nabi Menyampaikan Hadist agar Kita Menyuruh Anak untuk Shalat di Usia 7 Tahun?

Dalam bukunya, Dr. Khalid memberikan 6 poin analisa, mengapa usia 7 yang dipilih?:

[Mukadimah]
Di usia 7 tahun, manusia berada di fase ketiga dari kehidupan anak. Fase itu disebut Thufulah Al-Mutaakhirah, atau fase kanak-kanak akhir. Dikenal pula dengan fase Tamyiz. Usia 7 ialah dimulainya usia tamyiz sampai ia baligh. Yang dimaksud tamyiz ialah saat anak dapat memilah mana yang baik dan buruk, mana yang bermanfaat dan tidak, mana yang mubazir dan tidak, dst.

1. Mulai meluasnya ufuk wawasan, mulai belajar beberapa keahlian/kemahiran, juga mulai meluas lingkungan sosialnya.

2. Senang dipuji. Oleh karena itu, ia selalu berusaha untuk menyenangkan orangtua dan gurunya. Tujuannya ialah agar ia mendapat pujian dan perhatian. Anak di usia ini lembut dan mudah sekali dibentuk oleh pendidiknya karena sangat penurut. Shalat asalnya sangat berat, namun ia dapat menjadi ringan jika mulai diperintahkan di tahun ke-7 ini.

3. Mulai belajar keahlian yang diperlukan dan berguna untuk kehidupannya. Anak juga mulai belajar panduan dan pakem-pakem akhlak/nilai, sehingga aktivitasnya bukan aktivitas kosong. Arah kehidupan juga mulai terbentuk di usia ini. Ia pun mulai menyiapkan diri untuk mengambil tanggung jawab. Ia juga mulai bisa mengerem luapan emosinya, bahwa tidak semua keinginan dapat dipenuhi atau dilaksanakan sekarang juga. Karakter sosial juga dapat mudah dibentuk di fase ini.

4. Berakhirnya batasan dalam mengambil ilmu/belajar dari orangtua.
Sebelum usia 7 tahun, anak-anak mengambil banyak ilmu dari orangtuanya. Anak sangat mengagumi orangtuanya, sehingga apa pun yang dikatakan orangtuanya pasti benar. Setelah usia 7 tahun, anak-anak mulai menerima masukan (baik atau buruk) dari lingkungannya. Mulai usia ini, kalimat orangtua dengan kalimat guru mulai setara.

Poin ke-5 dan ke-6 akan dilanjutkan pekan depan. In syaa Allah.
Tulisan diatas kiriman Ust. Sahril team Parenting Ust. Budi Ashari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s