LAHIRNYA SEORANG PEMIMPIN SEJATI

Oleh Ustadz Fuad Baswedan (Koordinator Agama Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS))

artikel ini dimuat di Majalah Sekolah YPAS edisi Maret 2009

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam dan salam sejahtera kepada penghulu segenap makhluk yang paling mulia, rahmat bagi semesta alam, manusia paling sempurna, paling suci, dan penyempurna revolusi zaman, dialah Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallama.


Muhammad, Nabi yang ummi, kekasih para sahabat di masanya dan di sepanjang usia semesta, meninggalkan gemilang cahaya kepada dunia.
Muhammad, pemberi peringatan kepada semua manusia, menorehkan dalam-dalam tinta keikhlasan di lembaran sejarah. Ia, Muhammad, menembus setiap gendang telinga sahabatnya dengan banyak kuntum-kuntum sabda pengarah dalam menjalani kehidupan. Ia, Muhammad, yang disanjung semua malaikat di setiap tingkatan langit, berbicara tentang surga, sebagai tebusan utama bagi setiap amalan yang dikerjakan. Ia, Muhammad, yang memerintahkan seluruh manusia dan bangsa jin agar meninggalkan penyembahan-penyembahan makhluk menuju kepada penyembahan kepada Allah semata. Ia, Muhammad, yang menyayangi fakir miskin dan anak yatim, menggelorakan perintah untuk senantiasa memperhatikan manusia lain yang berkekurangan. Dan Ia, Muhammad, telah pergi dan tak kembali lagi ke dunia ini.

Dia dilahirkan untuk menjadi Utusan Allah, diberi wahyu agar manusia bisa hidup tenteram dan damai di dunia dan akherat. Suatu kelahiran agung, yang ditunggu segenap manusia bahkan alam semesta. Di saat manusia mulai berbangga dan memuliakan para raja, pemimpin dan golongan serta simbol-simbol. Kemudian Allah menyuruh kita untuk menjadikan beliau sebagai pemimpin dari semua pemimpin yang ada di dunia ini. Dan kita juga diperintahkan untuk mengikuti syari’at beliau.

Ibundanya, Aminah binta Wahb mengatakan,” Sungguh aku ketika sedang hamil dia, badanku tidak merasakan apa-apa, dan sehari sebelum aku melahirkan anakku ini, di perlihatkan kepadaku pada waktu malam, cahaya yang dipancarkan ke negeri Persia dan negeri Romawi dan menyinari istana-istana mereka “


Begitu agungnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallama di alam ini. Makhluk yang paling mulia ini bergelar “Al Amin” (yang terpercaya). Setiap nama dan gelar yang dimilikinya mengungkapkan suatu aspek wujud yang penuh berkah.
Pada masa kecinya beliau bekerja menggembala kambing-kambing milik orang-orang Quraisy. Penggembala kambing bukanlah pekerjaan yang hina, justru pekerjaan ini merupakan pekerjaan seluruh Nabi, termasuk Nabi Muhammad, karena suatu hari kelak Beliau akan menggembala raja-raja di dunia.

Pengikutnya yang dulunya adalah orang-orang yang lemah dan miskin, ternyata dalam waktu singkat berhasil menaklukkan puluhan Negara dan menghuni lebih dari sepertiga dunia. Murid-muridnya telah berhasil menguasai dan mengumandangkan kalimat La ilaha illallah “ di Rusia, Cordova ( Spanyol ), Portugal, India dan Negeri-negeri yang lainnya.

Ia adalah musthafa (yang terpilih. Ia bukan hanya Nabi dan utusan (rasul) ALLAH , tetapi juga kekasih ALLAH dan rahmat yang dikirimkan ke muka bumi, Allah berfirman :

“Dan tidaklah kami utus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam.” (Q.S. Al Anbiya’a [21]:107).

Ungkapan keagungan ini tidaklah berlebihan karena ALLAH Azza wa Jalla pun memuji beliau, bahkan senantiasa bershalawat kepadanya,

“Sesungguhnya ALLAH dan para malaikat-Nya melimpahkan shalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, sampaikanlah shalawat dan salam kepadanya.” (Q.S. Al Ahzab [33]:56).


Demikianlah ALLAH dan para malaikat bershalawat kepadanya. Bagi kita manusia, tidak cukup hanya bershalawat saja, karena yang terpenting adalah kita harus yakin benar bahwa Rasulullah adalah suri tauladan sepanjang zaman.
Jikalau kita ikut dalam tuntunan beliau insya ALLAH akan selamat dunia dan akhirat. ALLAH menjelaskan dalam firman-Nya,

“Dan sesungguhnya Rasul ALLAH itu menjadi ikutan (tauladan) yang baik untuk kamu dan untuk orang yang mengharapkan menemui ALLAH di hari kemudian dan yang mengingati ALLAH sebanyak-banyaknya.” (Q.S. Al Ahzab[33]: 21).


Seakan ayat ini menyatakan bahwa tidak usah kita melakukan apapun kecuali ada contohnya dari Rasulullah, dan jangan menambah dan mengurangi ajaran Beliau.
Berbahagialah umat Islam yang mempunyai tauladan Rasulullah, dalam dirinya semua aspek kehidupan telah ada referensinya. Mau duduk, bertemu dengan kawan, bertemu dengan orang kaya, bercakap dengan orang tak punya,berhubungan dengan pejabat, semua telah ada contohnya, termasuk bagaimana cara berdakwah, teknik menghadapi penjahat. Semuanya sudah jelas, bahkan sampai hal yang paling sederhana seperti di kamar kecil yang paling tersembunyi sekalipun, semua ada tuntunannya.


Oleh karena itu, bagi saudara-saudara yang ingin dikaruniai kesempatan menjadi guru dan mengharapkan dicintai dan dihormati muridnya kelak, tidak membosankan murid ketika mengajar di kelas, proses belajar-mengajar menjadi efektif, serta para muridnya menjadi cerdas dan berpikiran maju, maka contohlah Rasul dalam mengajar.
Bagaimana cara Rasul mengajar ?Ternyata Rasulullah mengajar dengan penuh kelembutan, kasih-sayang, dan sangat ingin para sahabatnya menjadi maju.


Ada dua cara menjadikan Rasulullah sebagai panutan, Pertama, meneladani sikap dan perilakunya serta taat kepada perintahnya.
Allah menjelaskan bahwa Rasulullah adalah suri tauladan yang baik bagi umat manusia. Karenanya, sebagai salah satu wujud kecintaan kepadanya kita wajib melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, dan meneladaninya. Kedua, selalu merindukan dan mengingatnya serta mencintainya. Orang yang merindukan Rasulullah akan selalu berusaha mengerjakan amalan-amalan yang beliau contohkan dan meninggalkan segala yang berbau bid’ah, agar kelak dapat mendekatkan posisinya dengan Rasullullah.


Dan, seseorang yang mencintai Rasulullah akan senantiasa mengingatnya dalam setiap aktifitas dan selalu membaca shalawat atasnya. Karena Allah dan malaikat-malaikat-Nya pun selalu bershalawat kepada beliau.
Dan tidak perlu memperingati maulidnya (kelahirannya) setiap tahun sebagaimana sebagian kaum muslimin melakukannya. Karena Rasulullah memang tidak pernah memerintahkan agar maulidnya di peringati.


Sudah menjadi kewajiban kita sebagai ummat yang diberi petunjuk oleh beliau, untuk mencintainya, melebihi cinta kita kepada yang lainnya. Karena, mencintai Rasulullah pada hakikatnya, merupakan cinta kepada Allah. Allah berfirman:

“katakanlah, jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallama), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampunlagi Maha Penyayang. (QS. Al-Imran: 31).

Dalam suatu hadist, Anas bin Malik menceritakan bahwasanya Rasulullah bersabda yang artinya: “Tidaklah beriman seseorang di antara kalian, sehingga aku lebih dicintai dari keluarganya, hartanya, dan dari semua manusia.” (HR. Muslim). Dan riwayat yang lain dijelaskan bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan kepada yang lainnya merupakan salah satu bentuk manisnya iman.


Begitulah, Rasulullah, sebagai panutan kita, telah menorehkan tinta emas bagi kebahagiaan kita di masa sekarang (dunia) dan di masa depan(akhirat). Beliau, telah memberikan segalanya untuk ummatnya, walau ia tak pernah merasakan kenikmatan lebih seperti yang kita rasakan sekarang ini. Hal ini terungkap dari sanjungan Aisyah RA kepada beliau diakhir hayatnya: Wahai manusia yang tidak sekalipun mengenakan sutera, yang tidak pernah sejedapun membaringkan raga pada empuknya tilam, wahai kekasih yang kini telah meninggalkan dunia, ku tahu perutmu tak pernah kenyang dengan pulut lembut roti gandum, duhai, yang lebih memilih tikar sebagai alas pembaringan, duhai, yang tidak pernah terlelap sepanjang malam karena takut sentuhan neraka jahannam.

One thought on “LAHIRNYA SEORANG PEMIMPIN SEJATI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s