Monitor CRT Hampir Tamat

HARGA monitor LCD berukuran 15 inci dan 16 inci terus melemah mendekati harga monitor CRT. Alhasil, monitor CRT akan semakin terdesak oleh LCD.

Laporan terbaru firma riset International Data Corp (IDC) mengungkap, eksistensi monitor CRT (cathode ray tube) semakin terdesak oleh monitor LCD (liquid crystal display), terutama monitor LCD berukuran kecil yang berharga lebih terjangkau. IDC memaparkan, pada semester pertama (Januari-Juni) 2008 penjualan monitor secara umum (CRT dan LCD) di wilayah APEJ (Asia Pasifik kecuali Jepang) mencapai total 28,1 juta unit.

Volume penjualan itu mencerminkan pertumbuhan 7,2% per tahun tapi turun 1,1% dibandingkan semester kedua (Juli?Desember) 2007. Pada semester pertama 2008, penjualan monitor di negara-negara APEJ mengalami penurunan sekuensial atau hanya bertumbuh tipis dibandingkan semester kedua 2007. Namun, pengecualian terjadi di Indonesia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Thailand, di mana penjualan monitor masih bertumbuh pesat.

Pertanda kuat bahwa monitor CRT, yang boros listrik dan boros ruang, semakin ditinggalkan adalah penjualan total monitor CRT di APEJ pada semester pertama 2008 turun 31,2%. Penurunan penjualan itu tidak terjadi karena krisis ekonomi yang memangkas daya beli konsumen. Namun, penjualan monitor CRT turun karena konsumen lebih suka membeli monitor LCD. IDC menemukan, pada semester pertama 2008 penjualan monitor LCD di APEJ naik 5,1% dibandingkan volume penjualan produk serupa pada semester kedua 2007.

Kendati penjualan monitor LCD pada semester pertama 2008 masih meraih pertumbuhan positif, IDC memperingatkan, pertumbuhan penjualan produk itu akan terus melemah ketika kondisi perekonomian tidak kunjung membaik.

“Inflasi menimpa banyak negara di wilayah APEJ pada semester kedua 2008. Akibatnya, daya beli konsumen melemah sehingga mereka menunda niat untuk berbelanja,” ujar Senior Analyst Asia Pacific Personal Systems Research IDC Yoong Siat-Siah.

IDC menegaskan, pertumbuhan penjualan monitor di APEJ tidak hanya terancam kelesuan ekonomi, juga isu-isu politik. Karena pasar monitor APEJ menghadapi ancaman sedemikian kompleks, IDC memperkirakan, penjualan monitor di wilayah itu akan melemah hingga tahun ini.

“IDC meyakini, pasar monitor PC (personal computer) akan tetap lesu pada semester kedua 2008. Pada saat itu, pertumbuhan hanya akan mencapai 3,2% per tahun atau hanya 4,4% dibandingkan semesterpertama2008,” sebut Yoong.

Pada sisi vendor, IDC menambahkan, anggota kelompok enam besar produsen monitor APEJ pada semester pertama 2008 mengalami sedikit perubahan dibandingkan semester kedua 2007. IDC menemukan, pada semester pertama 2008 AOC menerobos masuk ke posisi terbesar ketiga. Pada saat yang sama, Dell terusir dari kelompok enam terbesar. Kelompok enam besar menguasai lebih dari 60% pangsa pasar monitor di APEJ pada semester pertama 2008.

Pangsa pasar kelompok enam besar itu naik tipis dari 59,9% pada semester kedua 2007. Para produsen monitor terbesar di APEJ pada semester pertama 2008, secara berurutan, adalah Samsung, Lenovo, AOC, Hewlett-Packard, LG Electronics, dan Acer.

Di antara keenam perusahaan itu, AOC dan Acer mampu meraih pertumbuhan tertinggi pada semester pertama 2008, dibandingkan semester kedua 2007.

IDC menegaskan, AOC mampu menerobos ke peringkat ketiga terbesar karena AOC memiliki produkproduk berharga kompetitif. Ketika para pesaing mulai menghentikan produksi monitor CRT, AOC ternyata masih memproduksinya. Karena itu, konsumen tidak punya pilihan lain kecuali membeli monitor CRT AOC. Strategi AOC itu turut membantu peningkatan posisi AOC di pasar monitor APEJ secara umum.

Khusus di wilayah ASEAN, AOC menghadapi persaingan sengit dari Acer, yang meraih kinerja penjualan tidak kalah kuat. Dari segi ukuran, IDC mendapati, monitor LCD paling laris di wilayah APEJ pada semester pertama 2008 adalah monitor LCD 19 inci. Adapun konfigurasi monitor yang paling diminati adalah monitor layar lebar. IDC mengungkapkan, minat terhadap monitor layar lebar meningkat pesat dalam enam bulan terakhir.

Sebagai bukti, penjualan monitor LCD layar lebar di APEJ pada semester pertama 2008 naik 32,1% dibandingkan pada semester kedua 2007. Di samping monitor LCD layar lebar 19 inci, monitor LCD layar lebar lain yang tidak kalah laris adalah ukuran 15 inci, 16 inci, dan 17 inci.

Akibat penurunan daya beli konsumen, IDC memprediksi, para produsen monitor akan segera memperkenalkan lebih banyak pilihan monitor LCD berukuran kecil untuk mendongkrak penjualan, terutama di negara-negara berkembang.

Di negara-negara ASEAN, China, dan India, harga adalah pertimbangan utama konsumen dalam membeli monitor. Di negara-negara itu, hingga saat ini monitor LCD belum mampu menggoyahkan dominasi monitor CRT. Namun,IDC mengungkapkan, penjualan monitor LCD berukuran kecil (15 inci dan 16 inci) di negara-negara itu akan segera mengikis dominasi CRT karena monitor LCD berukuran kecil kini berharga tidak jauh berbeda daripada monitor CRT.

“Harga monitor LCD berukuran kecil terus melemah mulai kuartal ketiga (Juli-September) 2008. Penurunan harga tersebut berpotensi mendongkrak penjualan. Namun, harga akan stabil hingga akhir tahun ini karena produsen memperketat suplai,” papar Associate Analyst Asia Pacific Personal Systems Research IDC Anjali Joseph.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s