Cerita Mengharukan (kisah seorang kakak dan adik)

Sebuah Kisah untuk kita renungkan dan jadikan motivasi.

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal
memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik… hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. ” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai
ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! “Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!

Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”

Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan
sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.

Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Bisakah kita memiliki jiwa besar seperti si adik yang seperti dalam cerita, … tapi bagaimanapun, yang namanya Saudara patut kita jaga dan kita hormati, apakah itu seorang adik atau seorang kakak. Karena apa arti hidup kalau tidak bisa membahagiakan sodara dan keluarga kita

137 Comments

  1. RIS Brocky said,

    May 13, 2009 at 3:33 pm

    Trims, atas ceritanya; kesimpulan selama kita mau memegang hati nurani, aalangkah indah hidup ini

  2. INDRA said,

    May 14, 2009 at 2:44 pm

    cool story bro
    thanks for share it

  3. Rini Wulandari said,

    May 15, 2009 at 3:36 pm

    Begitu indahnya persaudaraan, sangat menyentuh kalbu.

  4. miyoshie said,

    May 16, 2009 at 9:46 am

    mengharukan sekali

    saya jadi teringat kakak saya

    kami dua bersaudara yang sangat rukun dan kompak

    ceritanya sangat bagus bagus bagus

  5. indah rahmawati efron said,

    May 17, 2009 at 10:51 am

    aku punya cerita yang sama persis spt kisah diatas, dan aku udah ‘mengabadikan’ kisah-kisah masa kecilku di sebuah buku, dulu saat aku masih SD kelas 1 aku dan kakakku pernah mengaji di sebuah masjid yg jaraknya dari rumah sekitar 1 km. Waktu itu aku kehilangan sandal jepitku saat sholat, dan ketika pulang kakakku memberikan sandal jepitnya padaku, dia sendiri harus berjalan dgn kaki telanjang. mungkin mas pri yang udah mengirimkan cerita ini ke emailku masih ingat cerita ini? (persis seperti film Children of Heaven ya?)

  6. ellen said,

    May 18, 2009 at 12:47 am

    pengen nangis jadinya huhuhu

  7. yuli said,

    May 18, 2009 at 11:14 am

    thank sudah berbagi cerita.
    sungguh mengharukan….

  8. irma said,

    May 18, 2009 at 11:49 am

    Mengharukan, aq sampe gemeter baca ceritanya. Pengen nangis.. boleh aq copy buat blog ku gak?

    • priendah said,

      May 18, 2009 at 12:39 pm

      silahkan. mudah-mudahan bermanfaat.

  9. mevo said,

    May 19, 2009 at 2:32 pm

    Ceritanya Bagus…
    Terharu Nih…

    Thnks Ya…
    Di Tunggu Kunjungan Balik Nih..!

  10. EKo Guritno said,

    May 19, 2009 at 3:50 pm

    Ceritanya Bagus bgt
    saya sampai terharu… :)

  11. erwin said,

    May 20, 2009 at 12:34 pm

    Luar biasa, jika semua orang hanya berpikir bagaimana kita memberi orang lain bukannya menanyakan mana hak saya, mana bagian saya, betapa indahnya hidup ini…..

  12. Alfred said,

    May 24, 2009 at 8:11 am

    Sgt menguras air mata..thankz bro..

  13. Gopril said,

    May 25, 2009 at 10:19 am

    Alhamdulillah… terimakasih ya Allah, Engkau sebaik-baik pembuat kisah dan cerita terhadap makhlukMu sejagad raya. Matur nuwun buat ceritanya…

  14. Suyanto said,

    May 26, 2009 at 7:37 am

    Cerita yang sangat menyentuh lubuk hati.
    Terus terang aku juga menitikan air mata bahkan ingin juga rasanya melepaskan tangisku jika tidak malu.
    Terima kasih pak ceritanya.

  15. yanah.. said,

    June 10, 2009 at 10:23 am

    sedih sekali cerita anda… kisah ini sama dengan kisah ku dan abang ku… malahan sehingga sekarang dia lah yang memberi aku uwang belanja…terima kasih kerana menyedarkan aku wahai hamba Allah…

    • priendah said,

      June 10, 2009 at 10:44 am

      terima kasih kembali. senangnya bisa berguna.

  16. Wasis DPJ said,

    June 10, 2009 at 10:31 am

    sangat mengharukan, mengingatkan aku pada kakakku… dengan cerita sebaliknya, aku (adik kakakku) sbg kakak dari cerita tsb… Membaca di atas, aku jadi inget kakakku, yg rela kulangkahi pada hal apapun… dan dia dg tulus membantuku… dari SD dulu, kakakku yg jemput, waktu kecil kelahi dia yg bela…wkt sekolah dia yg bantu, waktu tugas akhir dia bantu gambarin, waktu nikah dia bantu siapin, waktu buka toko dia bantu kerjain…. Semoga aku tdk lupa akan jasa2nya… termasuk jasa orangtua.. amiiinnn

  17. mudd said,

    June 10, 2009 at 11:07 am

    salam..ceritanya amat menyetuh naluri..aku beberapa kali menangis tika membaca cerita ini..mohon untuk dicopy agar dapat dikongsi bersama..

  18. yatie said,

    June 10, 2009 at 11:22 am

    hu3…sedih bangat. tetiba aku teringat arwah adek ku yang telah mengadap ilahi 12 tahun sudah….indah sekali saat2 aku bersamanya dulu.
    al fatihah..moga rohnyer dicucuri rahmat… amin

    • priendah said,

      June 10, 2009 at 11:36 am

      ikut bersedih untuk ukhti yatie. semoga adik ukhti diterima di sisi Allah ta’aala. amiin.

  19. prasekolah said,

    June 10, 2009 at 12:11 pm

    sedih..memang sedih. tapi sampai bila anda harus mengorbankan jiwa raga adik anda tapi anda sendiri mahu jadi berani dan berkorban untuk beliau pula. saya sedih bukan kerana cerita anda, tetapi sedih dengan sikap penakut yang ada pada anda, harap maaf.

    • priendah said,

      June 10, 2009 at 1:09 pm

      ambil hikmahnya, yang jelek ditinggalkan. afwan kalau kurang berkenan.

  20. rediyanto said,

    June 10, 2009 at 12:57 pm

    Cerita dari Al-Irsyad /priendah selalu saya tunggu.terus hiasi taman2syurga dengan tulisan2 yg lain.minta izin untuk copy-annya.Salam dari Medan.

    • priendah said,

      June 10, 2009 at 1:03 pm

      Insya Allah. Terima kasih pak rediyanto

  21. Allya Ibrahim said,

    June 10, 2009 at 2:44 pm

    thanks ya mas,
    kadang kita suka lupa dengan kebaikan saudara ketika ada hal yang tidak berkenan di hati kita.
    saya baca ini jadi ingin nangis, boro -boro baca. nulis ini aja saya sedih. makasih banyak – banyak ya mas
    entar kalau ada bisa dong di bagiin ke saya.

  22. June 10, 2009 at 6:05 pm

    memang ajaib sifat adikmu itu.walau macamana dugaan sekalipun kakak juga dihatinya.bagaimana jika kita fikir rindunya dan kasihnya bilal bin rabah kepada baginda rasulullah setelah kewafatan beliau.bilal dari seorang hamba yang hitam bisa terus diangkat oleh Rasulullah menjadi sahabat yang syurga adalah jaminannya.Sehingga satu hari syaidina bilal bin rabah menangis teresak2 dikubur baginda.tangisan bilal itu atas sebab rindu yang amat sangat pada rasulullah sehingga bayangan baginda selalu hadir dalam mimpinya.kalau itu rindu bilal pada rasulullah,bagaimana kita yang tiada pernah berjumpa rasulullah merasai rindunya bilal? hanya suruhan dan larangannya lah kita ikuti sbagai tanda rindu dan sayang kita pada Mohammad SAW.

  23. Mazlan Bin Hamdan said,

    June 10, 2009 at 9:39 pm

    Saya sunggoh kagum dengan keakraban kedua-dua adik beradik ini, satu contoh yang sukar dicari dizaman moden ini. Saya harap kesemua anak-anak saya dapat mencontohi contoh ini.

  24. Rafi said,

    June 10, 2009 at 11:16 pm

    Ya Allah sungguh mengaharukan kisah kakak & adik ini… terima kasih for sharing :)

  25. sarah said,

    June 12, 2009 at 12:03 am

    salam..
    terima kasih
    cerite ini penuh dengan kasih-sayang dan pengajaran

  26. sharihan said,

    June 13, 2009 at 11:30 am

    memang sedih sangat bila baca story nie.. apapun banyak iktibar dan pengajaran untuk kita semua. Insyaallah.

  27. hazmar said,

    June 18, 2009 at 9:17 pm

    bagus sekali ceritanya…kalau boleh saya mau tulis ulang di catatan saya…boleh…?….cerita ini untuk mengingatkan saya untuk selalu memperhatikan adik dan kakak saya….

    • priendah said,

      June 19, 2009 at 6:40 am

      tentu saja boleh

  28. Muzani said,

    June 19, 2009 at 10:44 am

    Ceritanya cukup menyentuh, saya sempat berhenti beberapa saat membacanya…. karena saya menangissss

  29. July 1, 2009 at 5:52 pm

    hu’uh..menyentuh sekali,mataku sampai berlinang ne

  30. benny said,

    July 3, 2009 at 11:05 am

    Hebat……
    Itu yang bisa saya ucapkan kepada adik yg dicerita ini
    yang bisa menghilangkan rasa TAKUT dan KHAWATIRnya
    rasa yang menjadikan kita TIDAK BERHASIL

  31. aswad said,

    August 14, 2009 at 9:17 pm

    mataku tidak berhenti berkaca ketika membaca tulisan ni.
    sungguh menyentuh.
    mohon ijin tuk di muat di blog ku. Boleh…???

  32. Dedih said,

    August 25, 2009 at 7:24 am

    Terimakasih atas inspirasi, terus terang sdh lama sy simpan cerita ini tp baru sy baca di Ramdhan kali ini, sungguh terharu, mhn ijin untuk di coppas yach …
    Terimakasih

  33. Diva said,

    November 21, 2009 at 5:52 pm

    nice, keep writing :)

  34. stAnza said,

    December 26, 2009 at 2:19 pm

    likes this st0ry!!!!
    hikzt2…..

  35. miya said,

    January 14, 2010 at 11:08 am

    thanks…ceritanya hampir mirip dengan aku dan adikku, dan smp sekarang keinginanku satu2nya selain membahagiakan kedua orang tua jg ingin menguliahkan adik2 ku, tp sayang adikku lebih memilih tetap bekerja…
    boleh aku copi buat difb?

    • priendah said,

      January 15, 2010 at 7:16 am

      alhamdulillah akhi/ ukhti miya ternyata salah seorang yang bisa berbakti, bukan hanya kepada orang tua tetapi juga keluarga

  36. andaru said,

    January 17, 2010 at 12:38 am

    sesungguhnya semua manusia itu bersaudara..
    sarat hikmah

  37. dianavita said,

    January 20, 2010 at 2:31 pm

    Mengharukan bgt..
    Sampe nangis jadi’y…hiks,,hiks,,
    Ijin copas boleh..??

    • priendah said,

      January 21, 2010 at 8:25 am

      silahkan saja akhi/ ukhti.

  38. cici said,

    January 29, 2010 at 12:02 pm

    BAGUS…. Menginspirasi…

  39. March 2, 2010 at 10:07 am

    sangat mengharukan, izin copy di blog aku ya, thanks

    • priendah said,

      March 2, 2010 at 10:23 am

      silahkan akhi muhammad ridwan. semoga bermanfaat.

  40. cie_ade_af said,

    March 3, 2010 at 1:32 pm

    wah………ceritanya sangat mengharukan banget n terima ksh banget sudah meletakkan cerita ini di sini n aku hampir lupa pada jasa2 ka2k ku yang sudah memberikan semua yang ku inginkan tapi aku tak menyadari itu n law ka2k ku kak rani dan kak nina baca komen adek
    apri minta maaf ya kak law apri sering buat ka2k marah terus sama apri
    thanks selama ne terus melindungi apri n buat apri selalu tersenyum

  41. noma said,

    March 14, 2010 at 10:02 pm

    certa sgt2 menyentuh hti..aq salut sm adk ya…

  42. Muhamad said,

    March 18, 2010 at 9:22 pm

    Aku nangis baca cerita ini, apalagi klo bacanya sambil dengerin Viva Forever dr Spice Girl, tambah sedih aja….aku Rizal (23) laki2 punya kakak Yesi (25) aku jg sgt syg ma dia, dr kecil kita udah saling bersama dan menjaga…. jd inget kakakku , thx yah ceritanya

  43. rusli said,

    March 21, 2010 at 11:15 pm

    terima kasih atas ceritanya….benar2 pengabdian yang sungguh luar biasa dan tak bisa di ungkapkan dengan kata2…semoga ini jadi pelajaran buat kita semua…karena hanya keluargalah yang mengerti artinya kebersamaan….thx ya!!!!

  44. April 9, 2010 at 8:56 pm

    izin copas di blog ak yaa..
    Bagus critanya.. :)

    • priendah said,

      April 12, 2010 at 7:06 am

      silahkan jessica

  45. anas salehe said,

    May 18, 2010 at 11:48 pm

    terima kasih atas kisahnya….
    aku jadi ingat masa lalu dan hikmah semua kenanganku….

  46. vika said,

    June 24, 2010 at 10:12 pm

    sedih bgt…………..,,thanks atas ceritanya,………
    mengingatkan aq sm kk q yang sering bertengkar,,,pdhl dy sngt bnyk membantu q………..
    hiks……..hiks……..

  47. adchavia ayu said,

    June 27, 2010 at 10:54 pm

    ya allah mengharukan banget….
    aku ampek nangis terus,nyentuh banget?segitu sayangnya seorang adik sama kakaknya karena hal sepele tapi jadi sebuah yang besar banget buat sang kakak.Trims buat ceritanya

  48. fauzan said,

    June 27, 2010 at 11:06 pm

    jadi pengen ketemu ma ayah

  49. I-an said,

    July 28, 2010 at 9:48 pm

    Alangkah bahagianya jikalua aku memiliki cerita ini didalam keluarga kue……

  50. henny said,

    August 11, 2010 at 9:04 am

    bnr2 kisah mengharukan. thanks andaikan saudara dr org tua sy membacanya pst tdk akan berbuat demikian. zaman skrg uda berubah gak ada uang alias wkt kita miskin maka tak ada saudara n kakak ato adik

  51. andriyanto said,

    August 11, 2010 at 9:12 am

    ceritane apik nemen , aku seneng karo cerita kiye , jos lah

  52. Ricosusanto said,

    September 25, 2010 at 4:22 am

    adw cerita nya mengharukan

  53. fuku said,

    October 27, 2010 at 4:45 pm

    keren abis ,,, lanjutkan,,, sekalian ja buat novel pasti laris

  54. October 31, 2010 at 4:08 pm

    Bukan kah segala yang ada di dunia ini merupakan ,pijakan dari sejarah ,cerita-cerita,Dongeng yang patut di teladani adalah Ruch dari segala keterjadian yang telah terjadi dan semua itu tak mustahcil ada dan terjadi,dan bukan kah Alloh sang MAHA CERDIK DAN MAHA SAYANG TANPA PAMRIH,ketahuilah sebejat-bejatnya machluk yang bernama manusia pernah berprilaku “BAIK” kepada saudaranya,tapi “KESOMBONGAN” sang perusaknya………..dan sebetulnya kita (kau ,kami dan insya Alloh aku) pernah dan lupa karena telah berbeloknya Nilai dari apa yang disebut,baik…bagus dan nilai tinggi ,………RUBAHLAH BASA-BASI DUNIA,.TERJANG KEHINAAN DUNIA,DARI PUJA DAN PUJI SEMU…….

  55. October 31, 2010 at 4:21 pm

    Berprilakulah seperti sang “LILIN” yang berani hancur untuk memberi terang ,dan RUBAHLAH ,KEPANITIAAN DUNIA…….BUBARKAN KESOMBONGAN DAN KEMUNAFIKAN”Jadikanlah sebongkah hati suci jangan jadi kerdil dengan “PUJIAN” hancurkan tidak bernilainya,dunia yang hina dina ini dan ……..kita bertanya,MAMPUHKAH????? lihat saudaramu ,…berbuatlah,demi mereka,TAK ADA YANG HINA DI DUNIA INI SEHINA MANUSIA MENGHINAKAN SAUDARANYA WALAU SAUDARANYA HINA DAN TERHINAKAN RUBAHLAH PARA DIGMA ITU,berbaik sangkalah……….. DAN SIAPA YANG PALING MULIA “DI ATAS”DUNIA YANG HINA INI????????………………….

  56. chieyka said,

    November 8, 2010 at 2:07 pm

    Subhanallah…….
    cerita ini menguras air mata ku
    begitu dalam’y cinta kasih seorang adik kepada kakak’y
    semoga qta bisa mencontoh hal tersebut
    Amin…….

  57. hafizs said,

    November 9, 2010 at 11:02 am

    subhanalloh…
    maaf sebelumnya,,
    cerita ini saya share ke blog saya ..
    maaf dan terima kasih…

    • priendah said,

      November 10, 2010 at 9:54 am

      gak masalah akhi. yang penting bisa bermanfaat.

  58. fany said,

    November 26, 2010 at 3:50 pm

    kisah yang mengharukan & indah untuk dibaca saya jadi teringat dengan adik saya &kejadia-kejadian yg saya alami dengan ny baik suka maupun duka yach……!!1walau pun hampir setiap hari kambertengkar tampi dilubuk hati saya yg terdalam saya sayang ma dy….!!!

  59. Ardhia Ahmad said,

    December 5, 2010 at 9:31 am

    Menyadur inti cerita di atas kami bisa menyimpulkan bahwa sepedih apapun penderitaan yang kita alami jika disikapi dengan kesabaran dan keikhlasan suatu saat akan menghasilkan kebahagiaan. Tentunya harus dibarengi dengan ikhtiar dan tawakkal. Jadilah manusia yang mandiri, evaluasi dan teliti. Jangan membiasakan bergantung ke orang lain selagi kita kita masih mampu menyelesaikan permasalahan itu sendiri. Dalam ajaran agamapun mengajarkan bahwa Allah mempunyai rencana lain dibalik ujian yang kita terima tanpa sepengetahuan kita. Percayalah

    • priendah said,

      December 6, 2010 at 7:26 am

      betul sekali apa yang akhi sampaikan. dalam penderitaan, musibah, kesusahan yang menimpa kita, pasti ada kebahagiaan di sana, pasti ada hikmah yang dapat kita temukan disana.

  60. Dewi Crisnawati said,

    January 26, 2011 at 1:37 pm

    huaaa… aku jadi ingt kisah hidup ku…
    sedih bgt bacanya…

    • priendah said,

      January 27, 2011 at 9:34 am

      semoga kisah tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita.

  61. February 2, 2011 at 5:48 pm

    boleh aku copy buat blogku ya?
    terima kasih.

  62. laras andjanis said,

    February 21, 2011 at 8:54 pm

    ceritanya menyentuh banget mbak, permisi boleh minta izin share di dokumen grup facebook yah mbak? supaya makin banyak orang yang terinispirasi. thanks before

  63. Sugiarno S said,

    February 28, 2011 at 10:53 pm

    Sebuah kisah yang mampu mengharubirukan hatiku …

  64. endah komala said,

    March 24, 2011 at 8:27 pm

    bagus skali ceritanya….jadi terharu saya….
    ijin copy ya….

    • priendah said,

      April 6, 2011 at 8:38 am

      untuk semua rekan akhi/ ukhti/ mas/ mbak/ akang/ teteh, kalo mau copas artikel di blog ini silahkan saja. memang disediakan untuk disebarkan. semoga bisa bermanfaat.

  65. Memey Wulanz said,

    May 27, 2011 at 10:13 am

    ceritanya bagus,,,
    sampai2 mata memey meneteskan air mata..;-(

  66. June 9, 2011 at 9:01 am

    Sungguh mengharukan…

  67. July 24, 2011 at 8:00 pm

    ehmmmm

  68. aisah eldita said,

    July 31, 2011 at 9:06 am

    nice story ,, sedih bgt
    g bs nahan air mta pas bca crta ini .. menghrukan bgt
    sumpah kren bgt deh

  69. Fera Desrosiers said,

    August 6, 2011 at 6:52 am

    Subhanallah critany mnyentuh bnget, aku sampe nangis lo :(

  70. Yulita said,

    August 7, 2011 at 10:14 pm

    crita ny mngharukan bgtt,,bagus bgtt
    ko ada yaa seorang adik yg rela brkorban demi sang kaka..
    hebat bgtt salut sya

  71. mymy said,

    August 21, 2011 at 11:02 am

    cerita.y sangat menyentuh,, tak akan pernah ku lupa crita in..:’)

  72. putrihelen said,

    September 24, 2011 at 1:58 pm

    hai,slm knl z y,aq terharu bgt dgn ceritanya,smpai2 air mta q gk berhenti mengalir,bruntung dpt adik yg ketj gtu,smga hdp nya bahagia slmanya,

  73. aqilla said,

    September 27, 2011 at 6:04 pm

    mengharuk an

  74. sammykal said,

    October 12, 2011 at 2:58 pm

    sangat mengharukan sekali….dpt pelajaran berarti, boleh ijin share gak?

    • priendah said,

      October 13, 2011 at 7:54 am

      silahkan dicopy/ dishare. mudah2an ada manfaatnya.

  75. Dinu Wae said,

    October 12, 2011 at 3:03 pm

    sungguh mengharukan….!!

  76. Lizna said,

    October 16, 2011 at 2:07 pm

    Mengharukan cuy…..
    Air mata q smy 1 ember

  77. suzy said,

    October 26, 2011 at 7:34 pm

    mengharukan banget…., sampe2 pipiku dibanjiri air mata, bgus bangettt

  78. October 30, 2011 at 7:26 pm

    terharuu,…!!!

  79. Aniisah Niz said,

    November 7, 2011 at 1:17 pm

    mengahrukan skali crtanya ….
    jdi ingt ma kk qu
    I love you my brother

  80. December 10, 2011 at 6:31 pm

    kisah ku kebalikan ini semua, kakakku sayang menyangangiku tapi aku malah sebalik nya :( sunggguh sedih sekali.

  81. December 16, 2011 at 12:15 am

    syukran atas kisahnya….

  82. Rhoro'aiiu Niinq'Wiera said,

    December 21, 2011 at 3:07 pm

    subhanallah… aq bner2 terharu ma kisah ini…ni sama ma pengalaman aq,,,

  83. Rangga said,

    December 28, 2011 at 3:32 pm

    Nie baru cerita sedih….
    Mengagumkan….
    Salut q tuk adik seperti itu….

  84. DNA said,

    December 29, 2011 at 4:19 pm

    Bolih jg tuhc critnya,tp saya lbih terharu ktika mmbaca kisah sang misionoris yg mmpi brtemu dng Rasullullah SAW.

  85. Boge said,

    January 3, 2012 at 6:34 pm

    Ijin copas yah kalau boleh !
    Crita.nya sangat bagus dan menarik

  86. wati setaineng said,

    January 7, 2012 at 1:51 pm

    subhanallah begitu indahnya

  87. February 5, 2012 at 11:38 am

    sungguh mulia hati sang adik yg rela berkorban demi kebahagiaan kakaknya..

  88. Hendri said,

    February 27, 2012 at 12:26 am

    Tak terbayangkan begitu bahagianya mereka berdua

  89. yudipriyanto said,

    March 12, 2012 at 9:14 am

    tersentuh sekali mmbca crita ini,,,,,, mg bisa bermnfat bgi semuanya……

  90. titin said,

    March 29, 2012 at 1:56 pm

    sdih bwngt…. sm kyak aq n adkq,, dmi kbhagiaanq dy rela krj bntig tulang hingga cacat fisik smpe skrang, agr aq bs mnyelsaikn kuliah, dy mengorbnkn kbhgiaany demi aq,, hny Tuhn yg bs mblaskn kbaikn mrka

  91. Kyky said,

    April 22, 2012 at 10:19 pm

    tersentuh. berharap smua org didunia saling memiliki kasih sayang trhdp saudaranya, tak terbanyangkan. btapa indahnya dunia ?

  92. alan said,

    April 23, 2012 at 7:59 pm

    sungguh amt membanggakan adikny,,,,

  93. aisya said,

    May 16, 2012 at 2:52 am

    menangis aku membaca cerita ini karna cerita ini persis pengorbanan kakak ku pada ku

  94. Chacha said,

    June 6, 2012 at 3:56 pm

    Aku banyak terinspirasi dari cerita ini. Terimakasih atas ceritanya yg bagus.

  95. Icha Ulfi said,

    June 14, 2012 at 8:16 am

    Uh Uh! Aq Sgat Trharu membaca’y aku sangat2 trinspirasi dari cerita itu…

  96. June 21, 2012 at 2:39 pm

    bukan bagus lagi cerita ini… tapi buat air mata saya seperti mata air pegunungan… adikku harapanku

  97. NabiLa said,

    June 29, 2012 at 9:20 pm

    Ampe Nangis aq bca x ….
    ijin copas ya …..

  98. July 11, 2012 at 7:51 pm

    Setiap hari aq slalu membaca cerita2 yg mengharukan dari mulai tentang orang yg terkena kanker ganas sampai tentang cinta yg bertepuk sebelah tangan…
    Ta…tap…tapi..
    CUMA INI YG BUAT AQ MENANGIS SAMPAI TERSEDU-SEDU…. :(

  99. July 18, 2012 at 12:22 pm

    ak syg kakak” ku.. :)

  100. seti@w@n said,

    July 27, 2012 at 11:07 am

    kisah yang sunguh sangat menakjubkan, terima kasih. sudi kiranya cerita ini saya tampilkan di fb saya

    • priendah said,

      July 30, 2012 at 7:57 am

      silahkan akhi, semoga memberi inspirasi bagi semua orang yang membacanya

  101. susta!nable said,

    July 27, 2012 at 4:22 pm

    Kisahnya amat menyentuh,hingga saya gemetaran sembari menetes khan air mata.Luar biasa,,,
    Ijin share ya mba..!
    Thank

    • priendah said,

      July 30, 2012 at 7:56 am

      silahkan. semoga bermanfaat

  102. July 27, 2012 at 4:30 pm

    Kisahnya amat menyentuh,hingga saya gemetaran sembari menetes khan air mata.Luar biasa,,,!
    Ijin share ya mba..!
    Thank

    • priendah said,

      July 30, 2012 at 7:56 am

      silahka ukhti

  103. fauzi said,

    August 6, 2012 at 11:21 pm

    mengharukan sekali kisahnya.
    Pengen bnget punya adik yg sholeh/sholehah, sempat punya adik, tpi dia ia udah meninggal wktu msh kecil.
    Slam kenal ya!

    • priendah said,

      September 3, 2012 at 10:43 am

      salam kenal kembali akhi fauzi

  104. Anggit Aurora Poespita said,

    September 16, 2012 at 8:24 am

    ceritanya sangat menyentuh nd mengharukan..huhu
    izin copypas yaw.tengkyu

    • priendah said,

      September 19, 2012 at 9:21 am

      silahkan ukhti/ akhi

  105. fiat caem said,

    October 2, 2012 at 3:37 pm

    Mengharukan sekali. aku juga pengen punya sodara seperti itu, cuman mau bagimana lagi aku terlahir sebagai anak tunggal…

  106. robygunawan said,

    October 8, 2012 at 8:40 pm

    makasih ceritanya aku akan belajar menjaga adikku :D

  107. nitha said,

    November 23, 2012 at 6:16 am

    nangis jdi.yy
    Bgtu indah.yy bersaudara’an

  108. January 22, 2013 at 7:12 pm

    1 kisah yang menyentu nurani terdalam!! :)

  109. wawan rianto said,

    March 17, 2013 at 8:32 pm

    .cerita.a cukup sedih, nginget.n gw sma ka2 gw, dia yg ngebiaya.n gw skolah gw janji mlai sa.t nie gw gk ka bolos skull lgi :)

  110. wawan rianto said,

    March 17, 2013 at 8:36 pm

    .cerita.a cukup sedih, nginget.n gw sma alm kaka gw dia dah dah gk ada akbat kclaka.n
    .huhh jdi sedih uyy

  111. ambok chenink said,

    April 8, 2013 at 1:09 pm

    Terharu di buat ceritanya

  112. Lista said,

    May 3, 2013 at 4:21 pm

    sedih bgt


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: